Makan Bersama Sahabat Lansia di Panti Wreda Rindu
Padudan-Klitren.
Padudan-Klitren.
Pada akhir tahun 2011, Komunitas mendapatkan beberapa sahabat
baru di sebuah Panti Lansia. Panti ini bernama “Panti Wreda Rindu Padudan”,
terletak di pusat Kota Yogyakarta, dan
dikhususkan untuk para lansia perempuan.
Komunitas mulai megunjungi para
oma, begitu mereka biasa disapa, dan memulai sebuah relasi yang serius. Setiap
hari sabtu, Komunitas mengambil waktu khusus untuk mengunjungi dan menghibur
para oma. Dimulai dengan bernyanyi, bermain bersama, dan banyak berbicara
dengan mereka, juga mendengar semua cerita dan pengalaman hidup yang begitu
panjang, sepanjang usia hidup mereka.
Bagi Komunitas, persahabatan dengan para lansia, sama artinya berjalan bersama mereka, tidak meninggalkan mereka jauh di belakang kehidupan, layaknya seorang sahabat yang selalu ada di hati. Juga melihat kehidupan mereka yang panjang sebagai sebuah berkat, dan tanda bahwa usia yang panjang adalah kesempatan bagi generasi yang lebih muda untuk belajar menghargai pentingnya nilai kehidupan seorang manusia.
Usia yang panjang bukanlah sebuah beban bagi siapapun di zaman ini. Ketidakmampuan mereka untuk bekerja dan menghasilkan sesuatu, bukan akhir dari segalanya. Keberadaan mereka janganlah dipandang dengan penuh kekuatiran, karena jika hal ini terjadi, maka akan terjadi konflik yang sesungguhnya antar generasi. Oleh karena itu, butuh sebuah “Rekonsiliasi” antar generasi yang berbeda.Pemuda dan orang dewasa membutuhkan para lansia dan juga sebaliknya.
.jpg)
Orang-orang muda harus datang kepada para
lansia karena mereka masih mampu memberikan pengalaman, masih mampu memberikan
waktu untuk mendengar dan masih mampu
mendoakan. Doa-doa mereka adalah sumber dukungan yang kuat bagi Gereja dan
dunia. Inilah berkat bagi orang yang lebih muda. Tanpa kehadiran mereka orang
muda tidak belajar apapun dari kehidupan
masa lalu, dan juga tidak bisa membawa
sesuatu yang lebih baik ke masa depan. Usia yang panjang adalah salah satu
hasil terbaik dari zaman ini.
Jangan meninggalkan orang tua, atau para lansia sendiri tanpa satupun suara yang memanggil nama mereka. Jangan membiarkan mereka hidup di sebuah "benua baru", yang penuh kesendirian, keputusasaan, dan penderitaan. Orang yang lebih muda harus memulai sebuah cara baru, budaya baru yang lebih manusiawi. Harus menjaga para lansia agar tetap berhubungan dengan dunia luar, dan membantu mereka menjaga harga diri mereka. Ini juga cara untuk berterima kasih yang paling baik.
Memasak dan makan bersama para lansia di rumah mereka atau panti, adalah usaha Komunitas untuk membawa para lansia duduk di sebuah tempat yang layak bagi mereka. Ini sebuah hubungan yang penting, karena dari sebuah meja makan persahabatan, mereka menemukan jendela dan pintu untuk kembali ke dalam masyarakat. Hari-hari para lansia tidak lagi sendiri ketika banyak hal mulai hilang dari kehidupan mereka, oleh karena kasih sayang yang diberikan oleh orang yang lebih muda.
Komunitas mulai megunjungi para
oma, begitu mereka biasa disapa, dan memulai sebuah relasi yang serius. Setiap
hari sabtu, Komunitas mengambil waktu khusus untuk mengunjungi dan menghibur
para oma. Dimulai dengan bernyanyi, bermain bersama, dan banyak berbicara
dengan mereka, juga mendengar semua cerita dan pengalaman hidup yang begitu
panjang, sepanjang usia hidup mereka.
Bagi Komunitas, persahabatan dengan para lansia, sama artinya berjalan bersama mereka, tidak meninggalkan mereka jauh di belakang kehidupan, layaknya seorang sahabat yang selalu ada di hati. Juga melihat kehidupan mereka yang panjang sebagai sebuah berkat, dan tanda bahwa usia yang panjang adalah kesempatan bagi generasi yang lebih muda untuk belajar menghargai pentingnya nilai kehidupan seorang manusia. Usia yang panjang bukanlah sebuah beban bagi siapapun di zaman ini. Ketidakmampuan mereka untuk bekerja dan menghasilkan sesuatu, bukan akhir dari segalanya. Keberadaan mereka janganlah dipandang dengan penuh kekuatiran, karena jika hal ini terjadi, maka akan terjadi konflik yang sesungguhnya antar generasi. Oleh karena itu, butuh sebuah “Rekonsiliasi” antar generasi yang berbeda.Pemuda dan orang dewasa membutuhkan para lansia dan juga sebaliknya.
.jpg)
Orang-orang muda harus datang kepada para
lansia karena mereka masih mampu memberikan pengalaman, masih mampu memberikan
waktu untuk mendengar dan masih mampu
mendoakan. Doa-doa mereka adalah sumber dukungan yang kuat bagi Gereja dan
dunia. Inilah berkat bagi orang yang lebih muda. Tanpa kehadiran mereka orang
muda tidak belajar apapun dari kehidupan
masa lalu, dan juga tidak bisa membawa
sesuatu yang lebih baik ke masa depan. Usia yang panjang adalah salah satu
hasil terbaik dari zaman ini. Jangan meninggalkan orang tua, atau para lansia sendiri tanpa satupun suara yang memanggil nama mereka. Jangan membiarkan mereka hidup di sebuah "benua baru", yang penuh kesendirian, keputusasaan, dan penderitaan. Orang yang lebih muda harus memulai sebuah cara baru, budaya baru yang lebih manusiawi. Harus menjaga para lansia agar tetap berhubungan dengan dunia luar, dan membantu mereka menjaga harga diri mereka. Ini juga cara untuk berterima kasih yang paling baik.
Memasak dan makan bersama para lansia di rumah mereka atau panti, adalah usaha Komunitas untuk membawa para lansia duduk di sebuah tempat yang layak bagi mereka. Ini sebuah hubungan yang penting, karena dari sebuah meja makan persahabatan, mereka menemukan jendela dan pintu untuk kembali ke dalam masyarakat. Hari-hari para lansia tidak lagi sendiri ketika banyak hal mulai hilang dari kehidupan mereka, oleh karena kasih sayang yang diberikan oleh orang yang lebih muda.
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar